HARIAN GEMA RIAU

Masyarakat Desak Penghulu Langkai Untuk Mundur

HarianGemaRiau, Siak – Sejumlah perwakilan Masyarakat Kampung Langkai menyampaikan aspirasi dan hak berpendapat dalam rapat yang digelar bersama sejumlah masyarakat Kampung Langkai, pada Rabu (22/01/2020) bertempat di Aula Serbaguna Kampung Langkai.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan serta dihadiri oleh Camat Siak, Tengku Indraputera, Kanit Reskrim Polsek Siak, Babinsa, Babhinkamtibmas Langkai, Ketua LAM Kab Siak Datuk Seri H. Wan Said beserta Timbalan Ketua LAM Kab Siak H. Makmur.

Dalam penyampaiannya Camat Siak, Tengku Indraputera menjelaskan pandangan Pemerintah terkait persoalan dugaan perselingkuhan di Kampung Langkai yang melibatkan terduga Penghulu Langkai, bahwa pihak Pemerintahan bukan tidak bergeming, karena secara aturan tidak ada keputusan hukum tetap yang dapat memenuhi untuk memberhentikan Penghulu. Menurutnya ada tiga yang menyebabkan penghulu berhenti yaitu, meninggal dunia, mengundurkan diri, dan diberhentikan berdasarkan pada Perda Kab Siak No. 16 tahun 2018 tentang perubahan atas Perda Kab Siak No.3 tahun 2015 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Penghulu.

“Kenapa pihak Pemerintahan tidak langsung memberhentikan, karena kita mengacu pada aturan atau dasar hukum Perda yang berlaku, “ujar Camat Siak.

Ini Tanggapan Penghulu Kampung langkai Soal Desakan Mundur Masyarakat

Di kesempatan yang sama, Kanitreskrim Polsek Siak, Ipda Yeri Efendi menjelaskan sesuai KUHP 284 bahwa pelaku tindak pidana perzinahan diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan, namun pihaknya tidak bisa memproses secara hukum karena tidak adanya laporan dari pihak yang dirugikan dalam hal ini Istri atau Suami dari pasangan tersebut.

“Kami telah menyampaikan kepada suami dan istri yang bersangkutan, pada saat itu kami telah menunggu beberapa jam, namun mereka tidak membuat laporan, maka kami tidak bisa memprosesnya.”Ujar Ipda Yeri Efendi dalam rapat tersebut.

Ketua LAM siak, Datuk Seri H.Wan Said menjelasakn bahwa pihaknya memberikan pendapat untuk menyelesaikan secara pemerintahan. “Selesaikan secara pemerintahan baru LAM nanti secara adat, karena Adat bersendi Syara’ dan Syara’ bersendikan Kitabullah, karena ini jika benar terjadi akan menimbulkan bencana untuk kita semua se-kabupaten Siak, “tegas Ketua LAM Kab Siak.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Kab Siak, H. Azmi menyampaikan bahwa, tidak usah banyak komentar, soal kasus tersebut, dan meminta Bapekam untuk segera ambil tindakan. “Mengenai kasus Langkai, Bapekam segera ambil tindakan cepat untuk memberhentikan pengulu tersebut, dan pemda segera keluarkan SK pemberhentiannya, tak perlu banyak komentar semua sudah jelas, “ujar H.Azmi Ketua DPRD Kab Siak.

Diakhir rapat, Ketua Bapekam Langkai menanyakan langsung kepada masyarakat yang hadir. “Apakah masih menginginkan Penghulu untuk melanjutkan jabatannya?, “ujar Ketua Bapekam.
Lalu secara serentak masyarakat menjawab “Tidak,”teriak masyarakat.

Pertanyaan tersebut diulangi beberapa kali, lagi-lagi serentak disambut teriakan “Tidak” oleh masyarakat.

Bapekam akan mengirim surat kepada pihak Pemkab dan memberikan waktu 1×24 jam kepada penghulu untuk mengambil keputusan. Kemudian secara resmi Rapat ditutup oleh Ketua Bapekam, Sairun.

Editor RK

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *