HARIAN GEMA RIAU

FORSA Riau protes Soal Gubaha Lirik Lagu Akhlaq Rhoma Irama

Pekanbaru– Lagu Akhlaq single Rhoma terbaru (November 2019) ini, yang liriknya diubah dalam bahasa Madura dan dibawakan oleh seorang pria, diduga berdomisili di pulau Madura. Kini mulai banyak diprotes oleh penggemar si raja dangdut.

Terkait pengubahan syair lagu si raja dangdut, Rhoma Irama, berjudul “Akhlaq”, yang diganti dengan bahasa Madura, telah mendapat kecaman dari Fans of Rhoma Irama and Soneta (FORSA).

Kecaman terus mengalir mulai dari FORSA Banyuwangi, FORSA Kabupaten Probolinggo dan juga FORSA Sumsel.

Bahkan, FORSA RIAU akan mengambil langkah hukum dan akan konsultasi kepada kuasa hukum terkait pengubahan syair lagu tersebut.

FORSA RIAU yang dikomandoi sdr. Aminuddin Aziz yang juga terkenal dengan panggilan Jombang , menegaskan sebelum mengambil langkah hukum pihaknya akan berkonsultasi kepada tim kuasa hukum untuk melaporkan pengubahan syair lagu H Rhoma Irama.

“Kami akan segera konsultasi kepada tim kuasa hukum terkait pengubahan syair lagu Akhlaq tersebut,” tegas pria yang akrab pak Jombang tersebut kepada HGR (5/2/2020).

Ditambahkan Aminuddin Aziz, syair lagu Akhlak ciptaan Rhoma, yang liriknya mengajak kebaikan, seperti syairnya Rhoma. “Dalam berbicara harus memakai akhlak”.

Ternyata oleh orang yang iseng itu, mengubah dalam bahasa Madura dengan lirik pelecehan, seperti, “Entar tahlilan, molena oleh berkat.” (artinya dalam bahasa Indonesia, “Datang ke acara Tahlilan, pulangnya dapat Oleh2 Makanan/berkat”).

Padahal, budaya tahlilan identik budaya umat Islam. Dan umat islam, sekalipun hadir dalam acara Tahlilan, Sholawatan, dan pengajian, belum tentu yang hadir ke acara tahlilan, akan membawa oleh2 makanan atau berkat.

Disinilah syair lagu Rhoma yang diubah dalam bahasa Madura itu adalah perbuatan pelecehan budaya dan bisa dituntut sesuai dengan hukum pidana dan kini Forsa RIAU ancam akan melapor ke Polisi.

“Kami, akan terus melacak, siapa pelaku yang mengubah syair lagu Akhlak itu. Bila sudah ditemukan pelaku yang mengubah syair lagu ciptaan bang Haji Rhoma, pastinya akan kami tuntut,” pak.Jombang

Menurut data dilapangan, lagu bajakan dalam bahasa Madura dan terkesan pelecehan budaya itu, sudah beredar melalui WhatsApp di berbagai komunitas di Banyuwangi, Probolinggo dan Surabaya.

Laporan Agus

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *